Semua Manusia dilahirkan didunia dalam keadaan yang sama Yaitu Telanjang bulat (wow...Itu bayi kecil janagn baper ). dan mereka mempunyai hak yang sama yaitu Kasih sayang ,baik kasih sayang seorang ibu/bapak maupun orang lain.Alangkah bahagianya orang tua yang telah dikaruniai seorang anak yang imut lagi mungil akan tetapi terkadang Alloh berkehandak lain, Ada disekitar kita ketika Bayi itu dilahirkan kedunia sudah tidak bisa melihat Ayahnya atau bahkan ibunya karena ada salah satu alasan (Meninggal dunia, Perceraian ataupun orang tua yang kurang bertanggung jawab).
Sepenggal kisah nyata yang diunggah oleh akun FB yang bernama Hery Julihan dari Bumi Barat
Assalamu'alaikum wr.wb,
Sebagai bahan renungan kita,sore ini saya berjumpa dg anak kecil berusia sekitar 5 tahun namanya Ajit,dia tinggal bersama seorang ibu,satu adik berusia 4 tahun dan kaka sekitar usia 8 tahun
Diusia yg sangat dini ini mereka dipekerjakan oleh ibunya sebagai peminta-minta,setiap orang yg dia temui pasti dia mengulurkan tangannya untuk meminta serupiah uang,kebetulan saya dua kali dimintai jadi saya langsung ajak dia ngobrol dan sempat selfie juga bersama dia dan ibu itu sendiri bekerja sebagai pemulung .singkat cerita saya langsung bertanya tentang pribadi nya,
"Dia tinggal di cibitung, setiap pagi berangkat naik bus ke terminal Ciamis dan pulang kembali kerumah pukul 20.00 Wib,Katanya".
Saya yang melihat dan mewawancarainya agak terpukul hatinya. 😢Dia sudah ditinggal oleh ayahnya (sebagai anak yatim),
Sebagai bahan renungan kita,sore ini saya berjumpa dg anak kecil berusia sekitar 5 tahun namanya Ajit,dia tinggal bersama seorang ibu,satu adik berusia 4 tahun dan kaka sekitar usia 8 tahun
Diusia yg sangat dini ini mereka dipekerjakan oleh ibunya sebagai peminta-minta,setiap orang yg dia temui pasti dia mengulurkan tangannya untuk meminta serupiah uang,kebetulan saya dua kali dimintai jadi saya langsung ajak dia ngobrol dan sempat selfie juga bersama dia dan ibu itu sendiri bekerja sebagai pemulung .singkat cerita saya langsung bertanya tentang pribadi nya,
"Dia tinggal di cibitung, setiap pagi berangkat naik bus ke terminal Ciamis dan pulang kembali kerumah pukul 20.00 Wib,Katanya".
Saya yang melihat dan mewawancarainya agak terpukul hatinya. 😢Dia sudah ditinggal oleh ayahnya (sebagai anak yatim),
Disisi lain saya sempat kagum dg dia,ketika saya tanya ,"adek cita-citanya mau jadi apa?", "Mau jadi polisi"Katanya.
Dalam hati kecilku saya berdoa semoga Alloh meridhoi cita-cita luhurmu yah dek😟 ,Amiin.
Semoga nasib ini tdk jatuh pada anak dan cucu kita amiiin,.
Dan Do'akan adek mulia ini semoga Alloh selalu menjaga dan melindungi kelurganya,mengabulkan cita-citanya dan kelak menjadi pribadi yg sholih Amiin
Dan Do'akan adek mulia ini semoga Alloh selalu menjaga dan melindungi kelurganya,mengabulkan cita-citanya dan kelak menjadi pribadi yg sholih Amiin
Merinding gue Bacanya,nggak sadar mata ini ikut meneteskan air mata,...Maha suci Engkau Ya robb yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Ketika seorang anak dilahirkan kedunia kemudia Ayahnya sudah meninngal dunia dan dia tinggal bersama ibunya maka dia dikatakan ANAK YATIM, sedangkan
Ketika seorang anak dilahirkan keduaia kemudian Ibunya sudah meninggal dan dia tinggal bersama Ayahnya maka dia disebut ANAK PIYATU.
Ketika seorang anak dilahirkan kedunia kemudia kedua Oarang Tuanya sudah tidak ada dan dia tinggal bersama saudara atau di Panti Asuhan Maka dia adalah anak YATIM-PIYATU.
Rosululloh SAW. adalah seorang nabi yang dilahirkan sudah tidak melihat Wajah Ayahnya,beliau ketika lahir sudah kategori Yatim ,ketika Nabi SAW.masih dalam kandungan Ibunya Siti Aminah beliau sudah ditinggal oleh ayahnya dikarenakan Sakit,sehinggan Beliau Tinggal bersama dengan ibunya, kemudian pada usia 6 Tahun Nabi ditinggal oleh Ibunya kemudia beliau tinggal bersama kakeknya. Pada usia 6 tahun Beliau sudah kategori YATIM- PIYATU.
Rosululloh SAW.Bersabda :
Rosululloh SAW.Bersabda :
Dari Ummu Said binti Murrah Al Fihri, dari ayahnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,
أَنَا وَكاَفِلُ الْيَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ كَهَاتَيْنِ، أَوْ كَهَذِهِ مِنْ هَذِهِ -شَكَّ سُفْيَانُ فِي الْوُسْطَى أَوِ الَّتِيْ يَلِيْ الإِبْهَامُ
“Kedudukanku dan orang yang mengasuh anak yatim di surga seperti kedua jari ini atau bagaikan ini dan ini.” [Salah seorang perawi Sufyan ragu apakah nabi merapatkan jari tengah dengan jari telunjuk atau jari telunjuk dengan ibu jari]. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 133, shahih) Lihat As Silsilah Ash Shahihah (800)
Dari Sahl ibnu Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,
أَنَا وَكاَفِلُ الْيَتِيْمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا” وَقَالَ بِإِصْبَعَيْهِ السَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى
“Kedudukanku dan orang yang menanggung anak yatim di surga bagaikan ini.” [Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya]. (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 135, shahih) Lihat As Silsilah Ash Shahihah (800): [Bukhari: Kitab Al Adab, 24-Bab Fadhlu Man Ya’ulu Yatiman]
Itulah beberapa hadits yang disebutkan oleh Imam Bukhari dalam kitab beliau Adabul Mufrod.
dari hadits tersebut benar - benar besar pahala dan jaminan orang yang mau menyantuni anak yatim,
HmHmhm...apakah masih Ragu untuk menyantuni anak - anak yatim yang ada disekitar teman - teman semua??
Padahal ada satu Hadits lagi yang sangat Ironi bagi kita ,bahwa Rosululloh SAW.bersabda :
من مسح يده على رأس يتيم يوم عاشوراء رفع الله تعالى بكل شعرة درجة
- “Siapa yg mengusapkan tangannya pada kepala anak yatim, di hari Asyuro’ (tgl 10 Muharram), maka Allah akan mengangkat derajatnya, dengan setiap helai rambut yg diusap satu derajat“.
Coba kali ini kita tengok Ayat Al-Qur'an yang menganjurkan kita untuk menyantuni anak Yatim,
1. (QS. Al-Ma’un ayat 1-7)
“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin, maka celakalah bagi orang-orang yang sholeh yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan menolong dengan barang berguna”.
2. (QS. an-Nisa: 36).
Allah berfirman, artinya,“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin….”
3. (QS. al-Baqarah: 83).
Allah telah berfirman dalam kitab-Nya, artinya, “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.”
4. (QS. ad-Dhuha: 9)
Allah berfirman,artinya, “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang”
5. (QS. al-Baqarah 2:177)
Allah berfirman, artinya, “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin,”
6. (Q.S. Al Baqarah, 2:215)
“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, …”.
7. (Q.S. Al Baqarah, 2:220)
“…Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan….”.
8. (Q.S. An Nisaa’, 4:2)
“Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu, adalah dosa yang besar”.
9. (Q.S. An Nisaa’, 4:6)
“Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barangsiapa yang miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).
10. (Q.S. An Nisaa’, 4:10)
“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)”.
11. (Q.S. An Nisaa 4:36)
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, …,”
12. (Q.S. Al An’aam, 6:152)
“Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa…”.
13. (Q.S. Al Israa’, 17 : 34)
“Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya”.
14. (Q.S. Al Insaan, 76:8)
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan”.
15. (Q.S. Al Fajr, 89 : 16-17)
“Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim”.
16. (Q.S. Al Balad, 90 : 12-15)
“Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat,
17. (Q.S. Adh Dhuhaa, 93:8-9)
“Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang”.
18. (Q.S. Al Baqarah, 2 : 177)
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, …”.
19. (Q.S. Al Baqarah, 2:215)
“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, …”
20. (Q.S. Al Baqarah, 2:220)
“…Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan….”.
Subhanalloh ternyata banyak juga Ayat -ayat al-Qur'an /Firman Alloh Anjuran dari pada menyantuni anak - anak yatim,
Bahagiakanlah anak yatim setiap saat, tidak perlu mengkhususkan waktu tertentu. Senangkan dan hilangkan kesusahan mereka agar mendapat keutamaan dekat dengan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga kelak.
Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

0 komentar:
Posting Komentar