Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani rahimahullahu dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ وَإِنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ
“Amalan hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat nanti adalah shalat. Apabila shalatnya baik tentu seluruh amalannya yang lain pun baik. Tetapi bila shalatnya jelek maka seluruh amalannya pun tentu jelek.” (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah 3/343)
Dari hadits tersebut kita bisa pahami bersama ternyata Sholat itu mempengaruhi semua amalan kita di dunia bahkan ketika di Hisab pada Yaumul-Hisab. subhanalloh- walhamdulilllah -lahaula wala quwwata illa billah.
Kunci utama perilaku seseorang bisa dilihat dari bagaimana dia menjaga solatnya, kalau kita sudah bisa menjaga sholat dari gerakannya sudah sempurna, bacannya sudah Fasih, dan waktunya sudah tepat serta Hatinya sudah Khusyu. Maka tidak akan ada titik benih kejahatan di hati seseorang (kalaupun dia melakukan kejahatan atau kesalahan adalah dikarenakan Khilaf/tidak disengaja) .Subahanalloh...
Eeehhhh ...yups,yang sudah ditunggu - tunggu sama temen- temen nih pasti lagi mencari jawaban Kenapa kita dianjurkan untuk memilih Pemimpin yang Rajin dan Istiqomah Sholat Shubuh berjamaah dimasjid serta datangnya lebih Awal ???
Hmhmhm..kali ini Mas Heri mau kupas sedikit demi sedikit dengan berdasarkan pengetahuan yang saya cari di sumber - sumber terpercaya,
Pertama :
Eeehhhh ...yups,yang sudah ditunggu - tunggu sama temen- temen nih pasti lagi mencari jawaban Kenapa kita dianjurkan untuk memilih Pemimpin yang Rajin dan Istiqomah Sholat Shubuh berjamaah dimasjid serta datangnya lebih Awal ???
Hmhmhm..kali ini Mas Heri mau kupas sedikit demi sedikit dengan berdasarkan pengetahuan yang saya cari di sumber - sumber terpercaya,
Pertama :
Terjemah dari An-Nafilah fii Ahaadits Adh-Dhoifah karya Syaikh Abu Ishaq Al Huwainy
Diriwayatkan bahwa Nabi bersabda :
الصَّلاةُ عِمادُ الدِّينِ ، مَنْ أقَامَها فَقدْ أقَامَ الدِّينَ ، وَمنْ هَدمَها فَقَد هَدَمَ الدِّينَ
“Sholat Adalah Tiang Agama, barangsiapa yang menegakkannya, maka ia telah menegakkan agamanya dan barangsiapa yang merobohkannya, berarti ia telah merobohkan agamanya”.
الصَّلاةُ عِمادُ الدِّينِ ، مَنْ أقَامَها فَقدْ أقَامَ الدِّينَ ، وَمنْ هَدمَها فَقَد هَدَمَ الدِّينَ
“Sholat Adalah Tiang Agama, barangsiapa yang menegakkannya, maka ia telah menegakkan agamanya dan barangsiapa yang merobohkannya, berarti ia telah merobohkan agamanya”.
Dari Hadits tersebut kita bisa mengambil ibroh (pelajaran), bahwa seorang pemimpin adalah Tiang (mengayomi) rakyatnya serta menjaga ketentranam dan kedamaian.
kemudian Apabila seorang Pemimpin mampu menegakan sholat sesuai dg ketentuan yg menjadi sunatulloh maka dia (pemimpin) mampu menjaga wilayahnya dan mengayomi rakyatnya,(sholat aja bisa menjaganya apalagi wilayah/kekuasan dan rakyatnya,,,hee ingat sholat yg kita kerjakan akan menjadi cermin kepribadian kita)
Kedua :
kepemimpinan adalah sebuah amanah yang Alloh berikan kepada setiap manusia,
alloh SWT berfirman :
وَ إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّيْ جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيْفَةً قَالُوْا أَتَجْعَلُ فِيْهَا مَن يُفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَ نَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَ نُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّيْ أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُوْنَ
[30] Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.
Dari ayat tersebut menyatakan bahwa kita sebagai manuasia adalah dijadikan sebagai pemimpin, itu adalah sebagai bukti bahwa Alloh SWT.sudah mempercayakan kepada manuasia untuk menjaga dan mearwat dunia yang kita pijak ini, dan kepercayaan ini jangan sampai disi-siakan oleh kita.
Nah ...dari hal tersebut bahwa pemimpin ketika diberi jabatan sebagai seorang pemimpin itu adalah sebagai bentuk kepercayaan rakyat yang diamanahkan kepada seorang pemimpin,jaga Amanah tersebut agar rakyat senantiasa selalu percaya.
kemuadia Apa hubungannya dengan Memilih Pemimpin yang Rajin dan Istiqomah Sholat Shubuh berjamaah dimasjid serta datangnya lebih Awal ??
Yuukkk...kita simak......hehehe
Solat adalah sebuah amanah yang Telah Alloh berikan Kepada HambaNYA,yang dikerjakannya sebagai bentuk ketakdziman dan rasa Tawadhu' seorang hamba kepada Sang Kholiq,Apabila memilih seorang pemimpin yang mampu menjaga solatnya apalagi sholat shubuh yang dimana orang seadang enak- enak nya MOLOR (hehehe.....eits salah bukan molor tapi Bobo UNyu) akan tetapi seorang pemimpin itu ingat bahwa itu adalah amanah yang sangat besar dari Alloh, maka pilihlah pemimpin yang demikian,..Artinya dia mampu menjaga Amanah dardi Alloh dengan baik.
Ketiga :
Bahwa sesungguhnya dalam setiap Sholat (Shubuh,dhuhur,Ashar, Maghrib, dan Isya) banyak sekali makna dan arti dibalik tugas dan kewajiban seorang pemimpin untuk memahami tugas kepemimpinannya, nih misalkan dalam sholat shubuh dari awal ketika masuk waktu sholat tiba Muadzin yang ditugaskan sebagai pengumandang adzan dia sudah lebih awal masuk kemasjid (Pastinya) . dan sebagai seorang imam solat pastinya sudah bersiap - siap bahkan Afdolnya sudah duduk dan berada dimasjid.
kemudian dalam teknis pelaksanaan solat jama'ahnya imam didepan dan ma'mum senantiasa berada dibelakang,mam'mum selalu mengikuti gerakan yang imam pimpin,sampai pada akhirnya solat itu selesai,
kemudian apabila kita temui imam alam solat salah dalam jumlah gerakan/salah dalam bacaan maka ma'mum yang senantiasa dibelakang mengingatkan dengan kalimat tasbih (laki-laki) tepukan tangan (perempuan)
kemudian lebih ironinya apabila imam dalam solat mendapati buang Hadats (dalam hal kecil kentut),maka imam yang baik dia langsung mundur dan meningglkannya sementara ma'mum yang berada dibelakangnya harus maju dan menggantikannya (selengkapnya di kitab fiqih untuk tata cara pelaksanaan/ kaifiyyah tersebut)
Subhanalloh Alangkah indahnya kalau kita benar - benar meresapi solat yang kita kerjakan setiap waktu, apabila sesorang calon pemimpin yang sudah bisa memahami solatnya dengan baik pasti kelak solat yang dikerjakannya sebagai acuan utama dalam strategi kepemimpinannya,
pilihlah pemimpin yang bisa menjaga,memahami,solatnya,karena kelak solat akan menjadi cerminan kita dalam melakukan suatu hal.
Ketiga :
Bahwa sesungguhnya dalam setiap Sholat (Shubuh,dhuhur,Ashar, Maghrib, dan Isya) banyak sekali makna dan arti dibalik tugas dan kewajiban seorang pemimpin untuk memahami tugas kepemimpinannya, nih misalkan dalam sholat shubuh dari awal ketika masuk waktu sholat tiba Muadzin yang ditugaskan sebagai pengumandang adzan dia sudah lebih awal masuk kemasjid (Pastinya) . dan sebagai seorang imam solat pastinya sudah bersiap - siap bahkan Afdolnya sudah duduk dan berada dimasjid.
kemudian dalam teknis pelaksanaan solat jama'ahnya imam didepan dan ma'mum senantiasa berada dibelakang,mam'mum selalu mengikuti gerakan yang imam pimpin,sampai pada akhirnya solat itu selesai,
kemudian apabila kita temui imam alam solat salah dalam jumlah gerakan/salah dalam bacaan maka ma'mum yang senantiasa dibelakang mengingatkan dengan kalimat tasbih (laki-laki) tepukan tangan (perempuan)
kemudian lebih ironinya apabila imam dalam solat mendapati buang Hadats (dalam hal kecil kentut),maka imam yang baik dia langsung mundur dan meningglkannya sementara ma'mum yang berada dibelakangnya harus maju dan menggantikannya (selengkapnya di kitab fiqih untuk tata cara pelaksanaan/ kaifiyyah tersebut)
Subhanalloh Alangkah indahnya kalau kita benar - benar meresapi solat yang kita kerjakan setiap waktu, apabila sesorang calon pemimpin yang sudah bisa memahami solatnya dengan baik pasti kelak solat yang dikerjakannya sebagai acuan utama dalam strategi kepemimpinannya,
pilihlah pemimpin yang bisa menjaga,memahami,solatnya,karena kelak solat akan menjadi cerminan kita dalam melakukan suatu hal.


0 komentar:
Posting Komentar